Batam Melaju Kencang, Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,48 Triliun
Batam – Kota Batam kembali menunjukkan daya saingnya sebagai salah satu kawasan investasi unggulan di Indonesia. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp17,48 triliun, atau melonjak 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi paling signifikan secara nasional. Tingginya realisasi investasi dinilai menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Batam terus meningkat di tengah persaingan global.
Berdasarkan data BP Batam, realisasi investasi tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,98 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) turut memberikan kontribusi yang memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
BP Batam juga mencatat bahwa kontribusi investasi Batam mencapai 26,5 persen terhadap total investasi nasional pada Triwulan I 2026. Angka tersebut mempertegas posisi Batam sebagai salah satu motor penggerak investasi Indonesia.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penyederhanaan regulasi, percepatan proses perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.
Sejumlah sektor strategis menjadi prioritas pengembangan investasi di Batam, antara lain manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), energi, logistik, serta industri hilir bernilai tambah tinggi.
Sektor-sektor tersebut diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Batam dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan capaian tersebut, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Tren pertumbuhan yang positif diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.(Red)