Pengerjaan Proyek Drainase di Jalan S. Parman Sebabkan Pipa Air Bocor, Sempat Terjadi Ketegangan di Lokasi
Batam – Pengerjaan proyek drainase di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, diduga menyebabkan kebocoran pada pipa distribusi air milik ABHi, sehingga mengakibatkan sebagian wilayah di Kecamatan Sei Beduk mengalami gangguan pasokan air selama beberapa hari terakhir, Senin (6/7/2026).
Sebelumnya, puluhan warga dari Kelurahan Duriangkang mendatangi lokasi proyek untuk mempertanyakan lambatnya proses perbaikan pipa yang bocor.
Mereka mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari akibat tidak mengalirnya air bersih ke rumah-rumah warga.
Setelah kejadian tersebut ada lagi yang datang kelokasi yang mengaku sebagai Media dengan menunjukkan KTA nya, Di lokasi kepada seorang RT.

Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat menunjukkan emosional karena air tidak kunjung hidup, berak pun susah ungkap nya.
“Kenapa sampai sekarang belum siap-siap? Kalau tidak sanggup, serahkan saja pekerjaannya kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan keluhan warga yang sudah beberapa hari kesulitan memperoleh air bersih.
“Air ada, sumbernya ada, cuma masalah pipa saja, kenapa? ada apa? Pertanyaan dengan suara lantang.
Tak lama setelah itu terjadi cekcok adu mulut antara Pria tersebut dengan RT inisial (F) di lokasi, sehingga membuat suasana memanas.
Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral mengambil langkah pengaman untuk menghindari terjadinya hal- hal yang tidak di inginkan.
Tidak lama kemudian, pria tersebut juga terlibat adu argumentasi dengan anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas, yang saat itu berada di lokasi untuk memantau proses penanganan kebocoran pipa.
Dalam video terdengar pria tersebut mengatakan, “Lapor, saya ini kontrol sosial,” sehingga situasi di lokasi semakin memanas, yang memantik emosional dari pada anggota DPRD tersebut, yang sampai saling Tunjuk satu sama lain.
Awak media kemudian mendatangi lokasi proyek untuk menelusuri kronologi kejadian. Salah seorang pekerja kontraktor mengatakan pria tersebut datang secara tiba-tiba dan langsung meluapkan kemarahannya.
“Dia tiba-tiba datang langsung marah-marah. Kami sebenarnya sudah berupaya semaksimal mungkin. Kebocoran yang kemarin juga bukan di titik ini, tetapi di titik yang berbeda,” ujar salah seorang pekerja.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, baik dari sisi pengawasan proyek maupun koordinasi antara kontraktor pelaksana dengan pihak ABHi, mengingat keberadaan jaringan pipa air harus menjadi perhatian sebelum pekerjaan penggalian dilakukan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat proyek drainase tersebut masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
Mereka meminta seluruh pihak terkait meningkatkan koordinasi agar pelaksanaan proyek pembangunan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari Kapolsek Sei Beduk serta anggota DPRD Kota Batam Anwar Anas terkait insiden yang terjadi di lokasi proyek. (Red)
Editor: Redaksi