Air Kembali Mati, Puluhan Warga Sei Beduk Datangi Proyek Drainase Jalan S. Parman
Batam – Puluhan warga Kecamatan Sei Beduk mendatangi lokasi proyek pembangunan drainase di Jalan S. Parman, Senin (6/7/2026), setelah kembali mengalami gangguan pasokan air bersih akibat kebocoran pipa distribusi di area proyek tersebut.
Aksi warga tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, warga menyampaikan kekecewaan karena pasokan air yang sempat kembali mengalir justru kembali terhenti akibat kebocoran pipa yang kembali terjadi.
Sebelumnya, pada Minggu (5/7/2026), Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas, bersama perwakilan ABHi, Ginda, turun langsung ke lokasi proyek. Saat itu disampaikan bahwa proses perbaikan pipa ditargetkan rampung hingga pukul 04.00 WIB pada Senin dini hari agar distribusi air kepada masyarakat dapat kembali normal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aliran air memang sempat kembali mengalir pada pagi hari. Namun, tidak lama kemudian kembali terjadi kebocoran pada pipa sehingga distribusi air kembali terganggu.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga yang telah beberapa hari kesulitan memperoleh air bersih. Dalam video yang beredar, seorang ibu menyampaikan keluhannya.
“Kami yang terdampak air mati. Sudah tujuh kali diperbaiki, tapi tak kunjung selesai. Ada apa sebenarnya?” ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya.
“Kami juga masih manusia. Kami masih butuh air untuk mandi, buang air, dan kebutuhan sehari-hari. Bagaimana mau cebok kalau air tidak ada?” ujar salah seorang warga yang disambut persetujuan warga lainnya.
Warga yang datang ke lokasi diketahui berasal dari RT 003/RW 001, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk. Mereka mengaku sudah tiga hari tidak menikmati layanan air bersih sehingga terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan memasak dan mencari alternatif lain untuk mandi serta keperluan rumah tangga.
Masyarakat berharap pemerintah, serta pihak pengelola air bersih segera mengambil langkah konkret agar permasalahan tersebut dapat dituntaskan secara menyeluruh dan tidak terus berulang.
Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek agar pekerjaan tidak kembali menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.(Red)