
Bintan Utara,Media Jaringanbintanginfo.com – Insiden dugaan keracunan makanan terjadi usai sebuah acara pernikahan di Gedung Nasional Tanjunguban, Sabtu (11/04/2026).
Puluhan warga dari wilayah Seri Kuala Lobam dan sekitarnya dilaporkan mengalami gejala diare dan muntah-muntah setelah menghadiri acara tersebut.
BACA JUGA Sejumlah Dugaan Pelanggaran Mencuat di PT Logam Internasional Jaya: Dari Limbah B3 hingga TKA Ilegal
Situasi tidak biasa terlihat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSJKO Tanjunguban, ketika puluhan warga datang secara bersamaan untuk mendapatkan penanganan medis. Para pasien mengeluhkan gejala serupa yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi di acara pernikahan tersebut.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSJKO Tanjunguban, Deni Robbi Manel, menyampaikan bahwa jumlah pasien yang datang mencapai sekitar 70 orang.“Pasien yang datang kurang lebih sekitar 70 orang dengan keluhan diare dan muntah.
Seluruhnya sudah ditangani dengan baik, tidak ada yang menjalani rawat inap. Setelah mendapatkan penanganan, pasien diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan,” ujarnya.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Bintan Utara lainnya. Sejumlah warga dari Tanjunguban dan sekitarnya turut mendatangi Puskesmas Mentigi untuk mendapatkan perawatan dengan gejala yang sama.
Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendataan serta pengumpulan informasi dari para korban dan pihak rumah sakit.
“Kami masih dalam tahap pengumpulan data dan informasi dari korban serta pihak RSJKO Simpang Busung,” jelasnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak terkait diharapkan segera melakukan uji sampel makanan guna memastikan sumber penyebab kejadian, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Hariadi)
Editor: Redaksi


