
Batam – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, menegaskan bahwa kemandirian di sektor pangan dan energi menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan terhadap dinamika global, Sabtu 11 April 2026.
Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri—mulai dari beras, ikan, hingga sumber energi—akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi maupun geopolitik internasional.
BACA JUGA Dugaan Perusakan Mangrove di Dapur 12 Menguat, Aparat Diminta Bertindak
“Kemandirian pangan dan energi bukan sekadar target, tetapi kebutuhan strategis agar Indonesia tidak mudah terpengaruh situasi global,” ujarnya.
Wahyu yang juga merupakan politisi PKS ini mendorong pemerintah pusat agar segera menyusun peta pembangunan nasional yang berbasis pada potensi unggulan tiap daerah.
Ia menilai, pendekatan tersebut akan membuat pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.“Setiap daerah memiliki kekuatan berbeda. Jika dimaksimalkan sesuai karakteristiknya, maka ketahanan pangan dan energi nasional akan lebih cepat terwujud,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu menaruh harapan besar terhadap peran Kepulauan Riau dalam mendukung sektor pangan nasional, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Dengan wilayah laut yang luas, Kepri dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat produksi ikan nasional.Namun demikian, ia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari pelabuhan perikanan, sistem distribusi, hingga teknologi pengolahan hasil laut.
“Potensi laut Kepri sangat besar. Jika didukung infrastruktur yang baik, bukan tidak mungkin Kepri menjadi lumbung ikan nasional di masa depan,” tutupnya.Tim/RLs)
Editor:Redaksi
Reporter: Tim


