
Agam — Suasana objek wisata Linggai, Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, tampak semarak saat Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Bulan Bakti Dasawisma dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Selasa (21/4).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pilar utama pembangunan nagari.
BACA JUGA Lemahnya Wibawa DPRD Batam, Sidak 2 Jam Tak Digubris Perusahaan
Melalui momentum ini, Pemkab Agam mendorong optimalisasi peran kelompok dasawisma, lembaga kemasyarakatan, serta unsur adat agar semakin solid dalam membangun nagari yang tangguh dan berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menegaskan bahwa Bulan Bakti Dasawisma menjadi langkah nyata menyentuh langsung kehidupan masyarakat dari tingkat paling dasar.
“Ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi gerakan nyata untuk memastikan setiap rumah tangga tersentuh—mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga hingga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran vital kader dasawisma sebagai ujung tombak perubahan sosial.
“Kader dasawisma adalah motor penggerak di lini terdepan. Dari merekalah perubahan itu dimulai, dari rumah ke rumah,” tambahnya.
Sementara itu, BBGRM menjadi pengingat kuat akan nilai-nilai luhur bangsa—kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong—yang harus terus dijaga di tengah dinamika kehidupan modern.
Pemerintah berharap, semangat ini tidak hanya terasa di tingkat kabupaten, tetapi mengakar hingga kecamatan dan nagari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi Ar, turut menekankan pentingnya akurasi data keluarga sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi serta menjadikan dasawisma sebagai pusat informasi dan solusi di lingkungan masing-masing.
“Dasawisma adalah ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Jika diperkuat, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat, tepat, dan merata,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang digaungkan di Linggai, Pemerintah Kabupaten Agam optimistis gerakan ini mampu memperkuat kemandirian nagari sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(red)
Editor:Redaksi


