Batam – Kongres ke-IX Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi kader dalam mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum SEMMI Cabang Batam, Ahmad Mulyadi, melalui sebuah tulisan berjudul “Kongres SEMMI Ke-IX, Titik Balik Esensi Perjuangan”.
Dalam tulisannya, Ahmad Mulyadi menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu indikator kemajuan bangsa. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada angka 75,90. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Selain pembangunan manusia, Ahmad juga mengingatkan kembali pidato Presiden Prabowo Subianto pada 2018 yang menyebut Indonesia dapat “bubar” pada 2030 apabila berbagai persoalan strategis tidak diantisipasi. Menurutnya, pernyataan tersebut harus dipahami sebagai peringatan agar bangsa Indonesia menjaga kedaulatan atas sumber daya alam sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945, sehingga kekayaan alam benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ia juga menilai pemberantasan korupsi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI), Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Korupsi menimbulkan efek domino yang sangat luas, mulai dari melemahnya ekonomi, menurunnya kepercayaan publik, terhambatnya pembangunan, hingga meningkatnya kesenjangan sosial. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus memiliki komitmen bersama untuk memerangi korupsi,” tulis Ahmad.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung kondisi Sudan yang memiliki sumber daya alam melimpah, namun masih menghadapi persoalan korupsi dan instabilitas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa Kongres SEMMI ke-IX yang mengusung tema “Asta Cita untuk Indonesia Emas” dengan semangat “SEMMI Satu, Wujudkan Astacita” diharapkan menjadi titik balik dalam memperkuat soliditas organisasi.
Menurutnya, kader SEMMI yang telah tersebar di berbagai provinsi memiliki posisi strategis dalam memberikan gagasan, kritik yang konstruktif, serta solusi bagi pembangunan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Ia berharap kongres tersebut dapat melahirkan Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta semangat perjuangan untuk membawa organisasi semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.