Jalan Lama Lancang Kuning–Sebong Pereh Rusak Parah, Warga Minta Pemkab Bintan Segera Bertindak
Bintan – Kondisi Jalan Raya Lama yang menghubungkan wilayah Kelurahan Lancang Kuning hingga Sebong Pereh kembali menjadi sorotan masyarakat Kamis 25062026.
Sejumlah titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan lubang yang membahayakan pengguna jalan, terutama di kawasan KM 75–76 dekat kompleks kuburan Tionghoa.
Selain kerusakan jalan, minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas tersebut juga menjadi keluhan warga. Kondisi gelap pada malam hari dinilai menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengguna jalan, Maulana, mengatakan kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, meskipun jalan lama tersebut tidak lagi menjadi jalur utama, aktivitas kendaraan berat masih cukup tinggi dan diduga mempercepat kerusakan badan jalan.
“Jalan lama ini sudah kurang lebih dua tahun tidak lagi menjadi jalur utama. Namun sekarang masih sering dilalui lori-lori besar. Akibatnya, kerusakan semakin parah. Dari kawasan Bukit Senyum sampai simpang Sungai Kecil terdapat beberapa titik jalan berlubang yang sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah dengan minimnya lampu penerangan jalan. Pada malam hari, pengendara harus ekstra hati-hati karena banyak lubang yang sulit terlihat.
“Warga yang melintas harus waspada. Kalau malam hari sangat gelap, sementara kondisi jalan rusak. Ini berpotensi menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bintan melalui dinas terkait tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan yang lebih serius.
Perbaikan jalan dan penambahan fasilitas penerangan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut juga menimbulkan pertanyaan mengenai perhatian pemerintah terhadap infrastruktur yang masih digunakan masyarakat.
Meski statusnya bukan lagi jalur utama, jalan tersebut tetap menjadi akses alternatif yang setiap hari dilalui warga maupun kendaraan angkutan barang.
Dinas terkait di Kabupaten Bintan diharapkan segera melakukan survei lapangan dan mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan sementara maupun rehabilitasi menyeluruh pada titik-titik kerusakan yang paling parah.
Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan rawan kecelakaan perlu menjadi prioritas agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan pengguna jalan yang terganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa akibat kecelakaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui penanganan infrastruktur yang cepat dan tepat.