Anggota DPRD Batam Muhammad Mustofa: Insentif RT/RW Keringat Dari Masyarakat
Batam – Pemerintah Kota Batam menggelar kegiatan silaturahmi bersama Ketua RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sei Beduk pada Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus penyampaian berbagai aspirasi terkait pembangunan di wilayah Sei Beduk.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Ir. Suhar, S.T., M.PWNK., yang mewakili Wali Kota Batam.
Juga Turut hadir sejumlah pejabat Pemerintah Kota Batam, anggota DPRD Kota Batam, Kapolsek Sei Beduk IPTU Alek Yasral, Lurah Duriangkang Gabriela Panjaitan, para Ketua RT/RW, pengurus LPM, serta tokoh masyarakat Kecamatan Sei Beduk.
Dalam dialog yang berlangsung, perwakilan RT/RW menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan mengenai kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Aspirasi tersebut kemudian turut disampaikan dan diperkuat oleh Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, sebagai bagian dari upaya menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Mustofa mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kecamatan Sei Beduk memperoleh alokasi anggaran pembangunan yang cukup besar, yakni sekitar Rp50 miliar. Anggaran tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Tahun ini anggaran yang masuk ke Sei Beduk kurang lebih Rp50 miliar. Ini merupakan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan jalan dan berbagai kebutuhan lainnya,” ujar Mustofa.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
“Peran masyarakat sangat penting, khususnya masyarakat Sei Beduk, untuk ikut melakukan pengawasan agar setiap proyek berjalan sesuai ketentuan dan mematuhi regulasi yang berlaku,” katanya.
Mustofa juga menyinggung mengenai pemberian insentif kepada Ketua RT/RW. Menurutnya, meskipun nominal insentif tersebut tidak terlalu besar, dana tersebut merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian kepada masyarakat.
“Insentif RT/RW memang tidak seberapa, tetapi itu adalah keringat masyarakat. Dana pembangunan yang masuk ke Sei Beduk sudah kurang lebih Rp50 miliar. Tugas kita bersama adalah mengawasi agar seluruh program berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa pekan terakhir DPRD Kota Batam menerima berbagai kritik dari masyarakat terkait sejumlah persoalan. Karena itu, melalui forum silaturahmi tersebut pihaknya menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung kepada pemerintah.
“Dua minggu terakhir kami banyak menerima kritik dari masyarakat. Hari ini kami sampaikan langsung dalam forum ini. Harapannya aspirasi tersebut juga dapat diteruskan kepada Kepala BP Batam, karena persoalan air bersih berada di bawah kewenangan BP Batam,” katanya.
Selain itu, Mustofa berharap ke depan Pemerintah Kota Batam dapat terus meningkatkan pendapatan daerah sehingga kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Kegiatan silaturahmi tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Kota Batam, DPRD, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih baik di Kecamatan Sei Beduk.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan secara simbolis insentif kepada para Ketua RT/RW se-Kecamatan Sei Beduk sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Batam atas dedikasi mereka dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.