
Kota Bekasi,Media Jaringanbintanginfo.com — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menggelar kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi pada Sabtu (11/4/2026) pukul 19.00 WIB. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Khidmah: PCNU Kota Bekasi untuk Kemaslahatan Jam’iyyah dan Jamaah” ini berlangsung khidmat di Gedung NU Center, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Acara yang digelar dalam suasana pasca Idul Fitri tersebut dihadiri ratusan jamaah, jajaran pengurus cabang, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas organisasi di lingkungan Nahdliyin.
BACA JUGA Ada Apa dengan Kontainer Diduga Limbah B3? Re-Ekspor Bertahap Picu Tanda Tanya Besar di Batam
Sejumlah tokoh muda seperti Rizki Topananda dan Wildan Fathurrahman turut hadir dan berbaur bersama para jamaah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Di sela kegiatan, Ketua PCNU Kota Bekasi, Ayi Nurdin, menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk konsolidasi umat dan penguatan nilai-nilai ukhuwah.

Dalam kesempatan tersebut, Ayi Nurdin juga menyoroti perkembangan situasi global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia mengimbau seluruh kader NU agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kita sebagai warga Nahdliyin harus menyikapi krisis di Timur Tengah dengan kepala dingin dan penuh kehati-hatian. Kedepankan tabayyun, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader untuk memperbanyak doa demi keselamatan umat serta mendorong terciptanya perdamaian dunia. Menurutnya, peran Nahdlatul Ulama di tingkat lokal tetap harus difokuskan pada penguatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Lebih lanjut, Ayi Nurdin menegaskan bahwa PCNU Kota Bekasi akan terus memprioritaskan penguatan kelembagaan dan pelayanan kepada masyarakat, tanpa terseret dalam polarisasi konflik global yang berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Kita fokus pada pengabdian nyata di tengah masyarakat. Menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi umat adalah prioritas utama,” tutupnya.
Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan akan terwujudnya kedamaian, baik di tingkat lokal maupun global.(Septian)
Editor: Redaksi
Reporter:Septian


