
Tanjung Uban, 8 April 2026 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban mencatatkan capaian kinerja yang positif dan signifikan sepanjang Triwulan I Tahun 2026. Dalam tiga bulan pertama ini, Imigrasi Tanjung Uban menunjukkan konsistensi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian demi menjaga kedaulatan negara.
Pada sektor pelayanan keimigrasian, tercatat sebanyak 1.280 paspor elektronik telah diterbitkan, yang terdiri dari 716 permohonan paspor baru dan 564 permohonan penggantian paspor. Selain itu, terdapat 33 penolakan permohonan paspor secara sistem serta 4 penolakan karena indikasi pekerja migran non-prosedural.
BACA JUGA Janji Tinggal Janji? DPRD Batam Belum Tindak Dugaan Kebakaran Limbah B3-Izin Di pertanyakan Publik
Meski angka penerbitan paspor mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.627 paspor, hal ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia dan optimalisasi layanan berbasis digital.
Di bidang pelayanan Warga Negara Asing (WNA), Imigrasi Tanjung Uban mencatat peningkatan signifikan dengan 52 izin tinggal keimigrasian yang diterbitkan, naik dari 37 izin tinggal pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rinciannya meliputi:
6 izin tinggal kunjungan,
10 perpanjangan izin tinggal terbatas 6 bulan,
30 perpanjangan izin tinggal terbatas 1 tahun,
1 izin tinggal tetap,
4 alih status izin tinggal,
1 Multiple Re-Entry Permit (MREP).
Sebagai wilayah dengan karakteristik perairan, pengawasan lalu lintas orang menjadi fokus utama. Sepanjang Triwulan I 2026, tercatat 154.833 perlintasan orang, terdiri dari 76.003 kedatangan dan 78.830 keberangkatan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 122.468 perlintasan.
Adapun rincian perlintasan di tiga Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) adalah:
TPI Bandar Bentan Telani: 75.099 kedatangan dan 77.841 keberangkatan
TPI Bandar Seri Udana: 581 kedatangan dan 573 keberangkatan
TPI Tanjung Uban: 323 kedatangan dan 416 keberangkatan
Peningkatan mobilitas ini diimbangi dengan pengawasan yang lebih intensif dan terstruktur.
Dalam aspek pengawasan dan penegakan hukum, Imigrasi Tanjung Uban juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat:
19 operasi mandiri (naik dari 9 kegiatan),
28 operasi intelijen (naik dari 5 kegiatan),
4 kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA).
Total terdapat 51 kegiatan pengawasan, meningkat tajam dibandingkan 15 kegiatan pada periode sebelumnya. Menariknya, pada periode ini tidak terdapat penyidikan (nihil), berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencatat 1 kasus penyidikan.
Selain itu, pelanggaran keimigrasian yang ditemukan ditindak melalui langkah administratif sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.
Dalam upaya meningkatkan keterbukaan informasi, Imigrasi Tanjung Uban juga aktif di media sosial dengan total 190 publikasi, meliputi:
Instagram: 52 unggahan,
TikTok: 26 unggahan,
Facebook: 44 unggahan,
YouTube Shorts: 26 unggahan,
X: 42 unggahan.
Dari sisi penerimaan negara, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp3.149.743.935, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4.256.158.608. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk mendorong optimalisasi kinerja ke depan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban, Adi Hari Pianto, menegaskan bahwa capaian ini merupakan fondasi penting untuk mencapai target kinerja sepanjang tahun 2026.
“Capaian kinerja di awal tahun ini menjadi langkah awal yang baik. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas, serta memperkuat pengawasan keimigrasian demi menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Imigrasi Tanjung Uban menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui semangat transformasi dan pelayanan berkelanjutan, institusi ini terus berupaya menjadi lembaga yang profesional, responsif, dan dipercaya publik.(Tim/Rls)
Editor: Redaksi
Reporter: Hariadi


