Barang Ekspedisi Dibongkar di Pelabuhan Sagara Tanpa Pengawasan, Publik Pertanyakan Prosedur Pemeriksaan
Tanjung Uban, 23 Juni 2026 – Aktivitas bongkar muat barang ekspedisi di Pelabuhan Sagara, Tanjung Uban, Selasa (23/6/2026), menjadi sorotan publik. Kapal SB Leffindo Jaya 10 terlihat bersandar dan menurunkan sejumlah barang yang diduga merupakan paket ekspedisi milik perusahaan jasa pengiriman J&T.
Dari pantauan di lapangan, barang-barang tersebut langsung dipindahkan ke lori untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya. Aktivitas berlangsung cukup ramai dengan melibatkan para buruh dan sopir lori.
Namun, di tengah proses bongkar muat tersebut, tidak terlihat adanya petugas yang melakukan pengawasan ataupun pemeriksaan terhadap barang yang diturunkan dari kapal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan distribusi barang yang masuk melalui jalur laut.
Padahal, pelabuhan merupakan salah satu pintu masuk utama arus logistik dan perdagangan antarwilayah. Minimnya pengawasan dikhawatirkan dapat membuka celah terjadinya penyalahgunaan jalur distribusi, termasuk masuknya barang-barang yang tidak sesuai ketentuan.
“Jika memang ada prosedur pemeriksaan, mengapa tidak terlihat adanya petugas saat proses bongkar muat berlangsung?” ujar salah seorang warga yang menyaksikan aktivitas tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, barang yang dibongkar diduga merupakan paket ekspedisi milik J&T. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait mengenai asal muatan, dokumen pengiriman, maupun mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Publik kini menanti penjelasan dari pihak pengelola Pelabuhan Sagara, instansi pengawasan terkait, serta perusahaan ekspedisi yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Transparansi dinilai penting untuk memastikan seluruh proses distribusi barang berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola pelabuhan maupun perusahaan ekspedisi yang diduga terkait belum memberikan keterangan resmi.