
Bintan Utara,media Jaringanbintanginfo.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Jumat (27/03/2026). Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di kawasan Pasar Baru, Jalan H. Parangrenge, bersebelahan dengan SMP Negeri 11 Bintan Utara.
Kebakaran ditandai dengan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari area lahan. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang membuat api dengan cepat menyebar dan melahap pepohonan serta ilalang di sekitar lokasi.
BACA JUGA PMKRI Akan Laporkan Anggota DPRD Batam ke Polisi dan DPP PSI, Ketua DPRD Batam Belum Beri Keterangan
Salah seorang warga setempat, Sardi, mengungkapkan bahwa awal mula kejadian diketahui dari suara kobaran api.
“Tadi bunyi api kebakar duluan yang kami dengar, terus saya lihat asap di tengah lahan itu. Sekitar 10 menit kemudian api sudah besar dan menyambar-nyambar,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, api saat ini telah mulai mereda, namun kepulan asap masih terlihat di area bekas kebakaran. Hingga api berangsur padam, tidak terlihat kehadiran petugas pemadam kebakaran (Damkar) di lokasi. Hanya aparat dari Polsek Bintan Utara yang tampak berada di tempat kejadian.
Warga mengaku telah menghubungi pihak Damkar Tanjunguban, namun hingga api padam secara alami, petugas belum juga tiba di lokasi.
“Kami sudah hubungi Damkar Tanjunguban, tapi sampai api padam sendiri belum ada yang datang. Mungkin mereka sedang sibuk karena sekarang banyak lahan yang terbakar,” ungkap salah satu warga.
Kondisi kekeringan yang melanda wilayah Bintan serta terbatasnya pasokan air menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman. Selain itu, minimnya armada pemadam kebakaran di wilayah UPT Tanjunguban turut menjadi sorotan masyarakat.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan penambahan armada kepada pemerintah kabupaten, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kami sudah sering mengajukan permintaan penambahan armada untuk UPT Damkar Tanjunguban ke kabupaten, tapi sampai saat ini masih belum ada realisasinya,” jelasnya.
Luasnya cakupan wilayah yang meliputi tiga kecamatan dengan jarak yang berjauhan membuat keterbatasan armada menjadi hambatan serius dalam penanganan kebakaran secara cepat dan efektif.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, baik dalam penambahan armada maupun peningkatan fasilitas pemadam kebakaran, guna mengantisipasi kejadian serupa yang kerap terjadi, terutama di tengah musim kemarau.
Selain itu, warga juga berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan kondisi lahan yang kering dan rawan terbakar.(Red)
Editor:Redaksi
Reporter:Hariadi


