Gambar: Diambil Dari Unggahan Akun
Jaringanbintanginfo.com, Batam – Sorotan terhadap pelayanan kesehatan di Kota Batam kembali memanas. Pasca pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Batam bersama Dinas Kesehatan Kota Batam, Minggu (24/05/2026).
kritik publik terhadap pelayanan medis kembali mencuat dan menjadi perhatian luas masyarakat.
RDP yang digelar Jumat (22/05/2026) di Gedung DPRD Kota Batam sebelumnya telah diwarnai kritik keras dari anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, yang memberikan “rapor merah” terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Batam.
Ruslan menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dalam berbagai agenda resmi DPRD dengan alasan sakit.
“Selama saya menjadi anggota DPRD, Kadis Dinkes tidak pernah hadir. Alasannya selalu sakit.
Kalau memang sakit, mana surat sakitnya?” tegas Ruslan Sinaga saat dikonfirmasi awak media.
Ia juga mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Batam apabila pimpinan Dinas Kesehatan dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab dalam forum pengawasan pelayanan publik.
“Bagaimana pelayanan rumah sakit ini bagus kalau Kadisnya aja seperti ini,” lanjutnya.
Di tengah polemik tersebut, publik kembali dikejutkan dengan viralnya unggahan akun Facebook @Febriyan Syah pada Minggu (24/05/2026), yang menyoroti dugaan penolakan pasien anak di Kimia Farma Sekupang.
Dalam unggahan yang beredar luas di berbagai grup Facebook dan WhatsApp warga Batam itu, disebutkan adanya seorang dokter yang diduga tidak mau memeriksa seorang anak kecil yang sedang sakit hingga muntah di depan ruang pelayanan.
Unggahan tersebut memicu reaksi keras masyarakat karena dinilai mencederai rasa kemanusiaan dan etika pelayanan medis.
“Heii para masyarakat Batam, jika ada uang tabung jangan terlalu royal membeli sesuatu yang tidak terlalu penting.
Karena jika melihat buah hati kita sedang sakit tapi diperlakukan seperti bukan manusia, kita sebagai orang tua pasti akan sedih,” tulis akun tersebut.
Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa masyarakat mempertanyakan sikap tenaga medis yang dinilai kurang empati terhadap pasien anak dan keluarganya.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perbincangan luas di media sosial dan dikaitkan dengan buruknya pelayanan kesehatan yang selama ini dikeluhkan masyarakat Kota Batam.
Warga juga menyoroti persoalan pelayanan pasien BPJS yang disebut kerap mempersulit masyarakat saat membutuhkan penanganan cepat.
“BPJS dan BPJS, kenapa ini selalu berulang-ulang di negeri konoha,” tulis unggahan viral tersebut.
Tidak hanya itu, kolom komentar akun tersebut juga dipenuhi luapan emosi dan kekecewaan warganet terhadap dugaan sikap tenaga medis yang dianggap tidak memiliki empati terhadap pasien anak.
Komentar warganet
“Luar biasa… Di mana sumpahmu ketika menjadi dokter? Kau tahu tugas dokter itu menolong.
Kenapa punya cita-cita jadi dokter kalau niatmu bukan untuk menolong? Di mana hati nurani anda ketika nyawa seorang anak dipertaruhkan di hadapanmu, Ibu dokter.
Saya yakin sepertinya anda lulus jadi dokter dengan cara yang tidak benar.
Semoga sampai viral dan anda dipecat. Jadi dokter cinta aja biar jangan capek.
Apapun alasan ibu, kalau punya hati nurani tidak akan tega membiarkannya,” tulis salah seorang warganet dalam komentar yang turut viral.
Komentar-komentar bernada keras lainnya juga terus bermunculan, menunjukkan tingginya kemarahan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dianggap semakin jauh dari nilai kemanusiaan.
Munculnya video dan unggahan viral tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan di Kota Batam.
terlebih saat DPRD tengah melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran serta kualitas pelayanan Dinas Kesehatan Kota Batam.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kimia Farma Sekupang maupun Dinas Kesehatan Kota Batam terkait video viral yang beredar luas di media sosial tersebut. (Red)
Editor: Redaksi
Penulis: HRS
Sumber: @akun Facebook Febriyan Syah


