PLN Batam Dorong Kemandirian Warga Tanjung Uncang Lewat Program SEHATI
BATAM – PT PLN Batam mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan Tanjung Uncang melalui Program SEHATI (Sinergi Lingkungan dan Ketahanan Pangan Inklusif).
Program tersebut menggabungkan kegiatan ketahanan pangan, pengelolaan sampah, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis lingkungan.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan melalui Program SEHATI adalah budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Hingga pelaksanaannya, program tersebut telah menyediakan dua kolam bioflok yang dimanfaatkan sebagai sarana budidaya ikan bagi masyarakat penerima manfaat.
Selain kegiatan budidaya ikan, Program SEHATI juga mencakup penguatan Unit Bank Sampah Taburosi. Penguatan tersebut disertai dengan pelatihan pengolahan sampah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah di lingkungan sekitar.
Kegiatan pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan berbasis masyarakat, dengan mendorong pemanfaatan sampah yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Dikembangkan Menjadi Produk Olahan
Program SEHATI juga mencakup pengembangan hasil budidaya ikan nila agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas hasil produksi.
Masyarakat didorong untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar ikan nila sehingga hasil budidaya dapat memiliki nilai tambah.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pemberdayaan mencakup beberapa tahapan, mulai dari budidaya ikan, pengolahan hasil, hingga peningkatan keterampilan kelompok masyarakat.
Program tersebut tercatat memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 26 penerima manfaat utama, yang terdiri dari anggota kelompok binaan dan 16 balita penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain penerima manfaat utama, kegiatan juga diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar lokasi program.
Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan
Pelaksanaan Program SEHATI di kawasan sekitar PLTGU Tanjung Uncang menggabungkan dua kegiatan utama, yakni pengembangan ketahanan pangan melalui budidaya ikan dan penguatan pengelolaan lingkungan melalui bank sampah.
Budidaya ikan dengan sistem bioflok menjadi salah satu sarana yang digunakan masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara produktif. Sementara itu, penguatan Bank Sampah Taburosi diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih terorganisasi.
Keberlanjutan program menjadi salah satu faktor penting agar sarana yang telah dibangun dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui Program SEHATI, kegiatan pemberdayaan masyarakat di Tanjung Uncang mencakup aspek pangan, lingkungan, keterampilan, serta pengembangan produk berbasis potensi lokal.
