Industri Batam Keluhkan Pasokan NG Berkurang, Ekspansi Data Center Jadi Sorotan, BP Batam Belum Berikan Jawaban
BATAM — Sejumlah perusahaan industri di Kota Batam mengeluhkan berkurangnya pasokan Natural Gas (NG) yang digunakan sebagai salah satu sumber energi dalam kegiatan produksi. Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan kapasitas produksinya.
Salah satu manajemen perusahaan menyampaikan bahwa pasokan gas yang diterima saat ini mengalami penurunan yang disebut mencapai sekitar 50 persen dibandingkan kebutuhan atau kondisi sebelumnya.
Penurunan pasokan tersebut membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap kegiatan produksinya. Manajemen perusahaan juga menyebut, apabila kondisi pembatasan pasokan gas berlangsung secara terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau kondisi seperti ini terus-menerus, mungkin bisa saja nanti terjadi pengurangan tenaga kerja,” ujar salah satu pihak manajemen perusahaan.
Di tengah keluhan tersebut, perkembangan industri data center di Batam turut menjadi perhatian. Sejumlah proyek data center tengah dibangun dan dikembangkan di Kota Batam dengan kebutuhan energi listrik dalam kapasitas besar.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kebutuhan energi primer untuk pembangkit listrik di Batam, termasuk penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar pembangkit.
Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan pengaruh meningkatnya kebutuhan listrik akibat ekspansi data center terhadap kebutuhan gas untuk pembangkit, PLN Batam menyampaikan bahwa peningkatan permintaan dari data center berpengaruh terhadap kebutuhan energi primer PLN Batam, khususnya gas.
“Peningkatan demand data center pastinya berpengaruh terhadap kebutuhan energi primer PLN Batam khususnya gas, karena 88% pembangkit PLN Batam berbahan bakar gas,” demikian jawaban PLN Batam saat dikonfirmasi.
Namun, terkait besaran tambahan kebutuhan gas yang diperlukan akibat peningkatan kebutuhan listrik tersebut, PLN Batam menyatakan masih memerlukan data dari bagian operasi dan energi primer.
“Untuk tambahannya kami butuh data dari bagian operasi dan energi primer. Sementara ini yang bisa kami jawab,” lanjut pihak PLN Batam.
Dengan demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat data dari PLN Batam mengenai besaran tambahan kebutuhan Natural Gas yang secara khusus berkaitan dengan peningkatan kebutuhan listrik dari industri data center, baik dalam satuan MMBTU per hari maupun MMBTU per tahun.
Pertanyaan mengenai kemungkinan adanya perubahan alokasi atau prioritas penggunaan gas yang berdampak terhadap pasokan kepada pelanggan industri juga masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Sementara itu, konfirmasi kepada BP Batam terkait perkembangan kebutuhan energi, ekspansi data center, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap kebutuhan dan alokasi gas bagi sektor industri belum memperoleh jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Di sisi lain, salah satu perusahaan pengguna gas berharap kondisi pasokan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait, termasuk BP Batam dan PGN.
Perusahaan berharap pasokan gas dapat kembali dimaksimalkan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan yang telah disepakati dalam kontrak, sehingga kegiatan produksi dapat berjalan secara optimal.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan energi di Batam terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri dan investasi baru, termasuk pembangunan data center. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan industri pengguna gas menyampaikan adanya pengurangan pasokan yang disebut berdampak terhadap kegiatan produksi.
Hingga saat ini, belum terdapat data yang menunjukkan bahwa ekspansi data center secara langsung menyebabkan berkurangnya pasokan gas kepada perusahaan industri.
Besaran kebutuhan tambahan gas untuk pembangkit PLN Batam akibat pertumbuhan kebutuhan listrik data center, serta bagaimana mekanisme alokasi gas antara pembangkit listrik dan pelanggan industri, masih menunggu penjelasan dan data dari pihak-pihak terkait.
Redaksi
