18 Tahun JAPFA for Kids, JAPFA Perkuat Kolaborasi untuk Edukasi Gizi Anak dan Penerapan Hidup Sehat di Bintan
Bintan, 30 Juni 2026 – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali menghadirkan program JAPFA for Kids di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Pada tahun ini, program dilaksanakan di Kecamatan Teluk Bintan dengan melibatkan delapan sekolah dan menjangkau sekitar 540 siswa kelas 1 hingga kelas 5 melalui edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi guru dan sekolah.

Anwar Tandiono, Head of Operations JAPFA Sumatera, menyampaikan bahwa program JAPFA for Kids di Bintan telah dimulai sejak 2025 di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang. Selama pelaksanaannya, program telah menjangkau 2.355 siswa di 13 sekolah melalui berbagai kegiatan, seperti distribusi telur, pemantauan konsumsi telur, edukasi bagi orang tua, pelatihan guru, dan Hari Sehat JAPFA.
Hingga Januari 2026, sebanyak 60,9% siswa sasaran berhasil mengalami peningkatan status gizi. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen JAPFA dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak sebagai fondasi bagi generasi masa depan Indonesia.

Melanjutkan implementasi tersebut, tahun ini JAPFA juga menyelenggarakan berbagai kompetisi edukatif untuk memperkuat pemahaman mengenai gizi seimbang di kalangan siswa dan sekolah, di antaranya Lomba Cerdas Cermat Gizi, Lomba Menggambar dan Poster, Lomba Video Senam Empat Pilar Gizi Seimbang, Lomba Penulisan Artikel, Penghargaan Peserta Terbaik, serta Lomba Implementasi Program Kesehatan Sekolah.
Tahun ini, JAPFA memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Cerdas Cermat Gizi, yaitu:
SDN 01 Gunung Kijang sebagai Juara I,
SDN 04 Toapaya sebagai Juara II,
SDN 07 Gunung Kijang sebagai Juara III.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen sekolah dalam mendukung edukasi gizi dan penerapan pola hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Menurut Anwar, implementasi JAPFA for Kids di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bintan, dirancang tidak hanya sebagai intervensi jangka pendek, tetapi juga untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi dan kolaborasi bersama sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah.
Tantangan pemenuhan gizi anak di Indonesia masih memerlukan perhatian bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11% anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data JAPFA dari tujuh lokasi pelaksanaan program pada 2024 juga menunjukkan sekitar 10,1% siswa masih mengalami kondisi gizi kurang dan gizi buruk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu malagizi masih memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Hingga 2025, JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota pada 28 provinsi di Indonesia. Program ini juga menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada 2024, sebanyak 51,5% siswa sasaran dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik. Angka tersebut meningkat menjadi 62,5% pada 2025.
Retno Artsanti, Head of Social Investment JAPFA, menjelaskan bahwa dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan melalui aplikasi digital, pembiasaan perilaku hidup sehat melalui Hari Sehat JAPFA, edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, hingga monitoring berkala untuk memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten.
Semangat kolaborasi ini juga sejalan dengan program Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026, yang kembali diselenggarakan untuk memperkuat sinergi dengan media dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Tahun ini mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan.”
Sebagai bagian dari penyelenggaraan AKJJ 2026, JAPFA menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Akhmad Munir, Beawiharta, dan Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H., untuk menilai karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
> “Kami berharap rekan-rekan media dapat berpartisipasi dan terus menyuarakan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang. Sehingga, program seperti JAPFA for Kids di Kabupaten Bintan ini dapat menginspirasi dan terus memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak Indonesia,” tutup Anwar. (NTH)