
Bintan, 18 April 2026 — Keberadaan kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina Patra Niaga menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Bintan. Kendaraan bertonase besar yang beroperasi hampir setiap hari itu diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan, khususnya di jalur lintas barat Bintan hingga Tanjungpinang.
Sorotan ini mencuat seiring adanya rencana perbaikan jalan yang mengalami penurunan (amblas) di sejumlah titik. Warga menilai intensitas kendaraan berat dengan muatan puluhan ton yang melintas turut mempercepat kerusakan infrastruktur tersebut.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bintan Utara, Ahmad Tauhid, menyampaikan kritiknya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai penggunaan kendaraan berpelat luar daerah, khususnya pelat B (Jakarta), menjadi persoalan tersendiri.

“Keberadaan mobil-mobil berpelat luar yang dioperasikan oleh Pertamina Patra Niaga Tanjung Uban dan melintas di jalan Kabupaten Bintan ini telah menjadi masalah serius bagi infrastruktur daerah. Buktinya, banyak jalan yang sudah mengalami penurunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan antara dampak yang ditimbulkan dengan kontribusi terhadap daerah. Menurutnya, perbaikan jalan justru dibebankan kepada pemerintah daerah, sementara pajak kendaraan dibayarkan ke luar daerah.
“Ironisnya, yang memperbaiki jalan adalah Pemda Bintan atau Provinsi Kepri, tetapi pajak kendaraannya dibayarkan ke luar daerah,” tambahnya.
Selain itu, Tauhid menilai belum adanya langkah tegas dari instansi terkait seperti Samsat atau dinas pendapatan daerah dalam menertibkan kendaraan berpelat luar yang beroperasi secara rutin di wilayah Bintan.
“Seharusnya sudah lama ditindak oleh pihak Samsat atau Dispenda Bintan. Kendaraan-kendaraan ini sudah bertahun-tahun dan setiap hari beroperasi di Kabupaten Bintan,” tegasnya.
Ia pun berharap adanya kebijakan untuk memutasi kendaraan operasional yang digunakan di wilayah Bintan agar menggunakan pelat lokal (BP), sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami berharap kendaraan Patra Niaga dan kendaraan lain yang menggunakan pelat luar Bintan segera dimutasi ke pelat BP agar pendapatan daerah bertambah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media Masih Berupaya untuk Melakukan konfirmasi ke pihak pihak-pihak terkait.(Hariadi)
Editor: Redaksi
Reporter: Hariadi
Sumber: Tauhid


