BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Minggu (31/08/2026).
Dalam penyampaiannya di forum resmi tersebut, Ruslan Sinaga menaruh perhatian terhadap persoalan pelayanan air bersih yang masih dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah daerah pemilihannya, Bengkong dan Batu Ampar.
Menurut Ruslan, persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.
Ia mengungkapkan masih adanya masyarakat yang mengalami gangguan pasokan air dalam jangka waktu cukup lama. Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai persoalan air bersih terus berlarut-larut sementara masyarakat harus menanggung kesulitan setiap hari,” tegas Ruslan dalam Rapat Paripurna.
Selain persoalan air bersih, Politisi Fraksi Hanura itu juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan, khususnya berkaitan dengan hak-hak pekerja dan persoalan gaji karyawan.
Menurutnya, pemerintah harus memberikan perhatian terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Batam agar hak pekerja benar-benar terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ruslan meminta agar pengawasan terhadap dunia usaha dan perusahaan terus diperkuat. Hal itu penting untuk memastikan tidak ada pekerja yang dirugikan, terutama terkait persoalan pembayaran gaji dan kesejahteraan tenaga kerja.
Ia menilai pertumbuhan investasi dan perkembangan industri di Kota Batam seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para pekerja.
“Jangan hanya berbicara investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi kesejahteraan pekerja juga harus menjadi perhatian. Persoalan gaji karyawan dan hak-hak pekerja harus benar-benar diawasi,” ujarnya.
Ruslan juga menekankan pentingnya pemerintah hadir dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui wakil rakyat harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik.
Sementara itu, terkait persoalan krisis air bersih yang disampaikan dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyatakan persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Wali Kota Batam untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan BP Batam.
Ruslan berharap tindak lanjut atas berbagai persoalan yang disampaikan dalam Rapat Paripurna tidak berhenti hanya sebatas pembahasan.
Ia meminta adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait agar persoalan air bersih maupun masalah ketenagakerjaan dapat segera memperoleh solusi.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bengkong-Batu Ampar, Ruslan Sinaga menegaskan akan terus menyuarakan dan mengawal berbagai aspirasi masyarakat.
Baginya, Rapat Paripurna bukan hanya menjadi agenda formal DPRD, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan nyata yang tengah dihadapi masyarakat kepada pemerintah.
“Apa yang kita sampaikan adalah suara masyarakat. Harapannya tentu ada solusi dan tindak lanjut yang nyata,” pungkasnya.
