AGAM – Rumah Amai Setia di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, terus menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor pengembangan keterampilan dan kemandirian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis warisan budaya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kabupaten Agam, Endrimelson, saat mendampingi tamu Pemerintah Kabupaten Agam berkunjung ke Rumah Amai Setia, Rabu (3/6/2026).
Menurut Endrimelson, keberadaan Amai Setia tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan perempuan yang dirintis oleh Rohana Kudus sejak tahun 1911 melalui pendirian sekolah keterampilan perempuan pertama di Sumatera.
“Semangat yang dibangun Rohana Kudus masih terus hidup hingga sekarang. Amai Setia bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya UMKM berbasis keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Endrimelson.
Ia menjelaskan, saat ini Amai Setia telah berhasil mengembangkan empat klaster unggulan UMKM, yaitu tenun dan sulaman khas Koto Gadang, kerajinan perak, produk olahan pangan, serta ecoprint.
Berbagai produk unggulan yang dihasilkan antara lain selendang, pouch, pakaian siap pakai, miniatur rumah gadang, cincin, bros, kerupuk sanjai balado, rendang belut, kopi robusta Koto Gadang, hingga kain dan mukena ecoprint yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Menurutnya, Rumah Amai Setia kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kerajinan dan usaha masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan, galeri produk, sekaligus inkubator UMKM yang mengedepankan nilai-nilai budaya lokal.
Dalam upaya memperkuat daya saing UMKM, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari peningkatan keterampilan perempuan melalui pelatihan menjahit, bordir, dan menyulam, inovasi desain produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern, hingga dukungan pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Kami melihat Amai Setia sebagai contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi.
Ini menjadi model pengembangan UMKM yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Agam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya daerah,” pungkasnya.
Keberhasilan Amai Setia menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
Dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, Amai Setia terus menjadi inspirasi dalam pengembangan UMKM berbasis budaya di Kabupaten Agam maupun di tingkat nasional. (Red)