
Batam, 18 April 2026 — Aktivitas cut and fill yang sebelumnya sempat dihentikan oleh tim patroli Ditpam kembali beroperasi di Kecamatan Sei Beduk, tepatnya di jalan menuju Piayu Laut, Kelurahan Tanjung Piayu. Kegiatan tersebut diduga digunakan untuk penimbunan lahan tanpa kejelasan izin resmi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, truk-truk pengangkut tanah terlihat melintas dengan kecepatan tinggi di jalan sempit yang menjadi akses utama warga, termasuk menuju Kantor Camat Sei Beduk. Bahkan, warga mengungkapkan sempat terjadi insiden di mana salah satu truk diduga menyenggol pengendara sepeda motor.
“Truknya ngebut di jalan kecil, muatannya penuh sampai tumpah ke jalan dan tidak pakai penutup terpal. Jalan juga jadi makin rusak,” ujar seorang warga kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Selain membahayakan pengguna jalan, aktivitas tersebut juga memperparah kondisi infrastruktur. Jalan yang sempit dan berlubang dilaporkan semakin rusak akibat dilalui kendaraan berat secara terus-menerus.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim patroli Ditpam kembali turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap aktivitas tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Ditpam terkait status penghentian kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas cut and fill tersebut belum diketahui secara pasti. Awak media juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait, termasuk pihak Ditpam dan pemerintah setempat.
Kondisi ini memicu keresahan publik. Warga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang diduga ilegal tersebut. Jika terbukti belum mengantongi izin lengkap dan tidak melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kegiatan tersebut dinilai tidak layak untuk terus beroperasi.
Selain berpotensi merugikan negara, aktivitas cut and fill tanpa kajian lingkungan yang jelas juga dikhawatirkan merusak ekosistem dan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan sekitar.
Publik kini menunggu ketegasan aparat dalam menertibkan aktivitas tersebut demi menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan di kawasan Sei Beduk.(Red)
Editor: Redaksi
Reporter: Tim


