
Batam – Tragedi tenggelamnya dua orang anak di area waduk dekat kawasan Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, menuai sorotan publik. Hingga Selasa (12/5/2026), pihak pengembang maupun pengelola kawasan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang merenggut nyawa anak-anak tersebut.
BACA JUGA Dua Anak Warga Perumahan Tenggelam,Pengembang Diminta Segera Pasang Pengaman Waduk
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (11/5/2026) saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan warga, ketiga anak diketahui sedang bermain di sekitar area waduk sebelum akhirnya diduga terpeleset dan jatuh ke dalam waduk.
“Anak-anak itu lagi bermain waktu hujan. Diduga terpeleset lalu jatuh ke dalam waduk,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Kapolsek Sei Beduk melalui keterangan yang disampaikan personel kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari tiga anak yang tenggelam, dua orang dinyatakan meninggal dunia sementara satu lainnya berhasil selamat.
“Benar ada tiga anak yang tenggelam, dua meninggal dunia dan satu selamat. Kemungkinan yang selamat sempat berada di area yang dangkal,” ujar Alex.
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Sei Beduk langsung turun ke lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Sementara itu, Ketua RW setempat menyebut waduk tersebut memang sudah ada sejak lama dan telah dipasangi plang peringatan bahaya. Namun, hingga saat ini area tersebut disebut belum memiliki pagar pengaman.
“Memang sudah ada plang peringatan area berbahaya, tapi tidak dipagar,” ujarnya.
Ketiadaan pagar pengaman di sekitar waduk kini menjadi sorotan warga. Banyak pihak mempertanyakan standar keselamatan di kawasan yang berada dekat lingkungan permukiman tersebut, terlebih area itu kerap menjadi tempat bermain anak-anak.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak pengembang maupun pengelola kawasan terkait langkah pengamanan, tanggung jawab, serta evaluasi pasca kejadian. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang belum memberikan jawaban maupun pernyataan resmi.
Sikap diam pihak pengembang dinilai menambah kekecewaan masyarakat yang tengah berduka. Warga berharap ada tanggung jawab nyata serta langkah konkret agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.(Red)


