Anaszri Usung Visi “Teluk Sasah Bermarwah”, Fokus Pariwisata, PADes, dan Pelayanan Digital
Seri Kuala Lobam, Jaringanbintanginfo.com— Anaszri, calon Kepala Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, membawa visi pembangunan desa yang mandiri, bermarwah, dan sejahtera. Melalui slogan “Teluk Sasah Bermarwah”, ia menawarkan sejumlah program yang berfokus pada pengembangan potensi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam visi dan misinya, Anaszri mengusung visi mewujudkan Teluk Sasah yang mandiri dalam pembangunan serta memiliki pelayanan digital yang bermartabat pada 2029.
Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat enam misi utama yang ditawarkan kepada masyarakat.
Pertama, mengembangkan sektor pariwisata dan industri rumah tangga (home industry) sebagai potensi ekonomi desa. Program ini diarahkan untuk mendorong aktivitas usaha masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan warga.
Kedua, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) guna mendukung kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pendapatan desa diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah desa dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.
Ketiga, membuka lapangan kerja serta menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan warga agar memiliki peluang lebih besar dalam memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha mandiri.
Keempat, mendorong digitalisasi pelayanan administrasi, termasuk perizinan dan kependudukan. Melalui pelayanan berbasis digital, pengurusan administrasi diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Kelima, memfasilitasi kegiatan keagamaan dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan sosial serta nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.
Keenam, meningkatkan pelayanan Posyandu, pemenuhan gizi masyarakat, serta penanggulangan stunting. Program ini menempatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan desa.
Tantangan Mewujudkan Janji Pembangunan
Berbagai program tersebut mencakup sektor ekonomi, pelayanan publik, sosial, budaya, dan kesehatan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan perencanaan yang terukur, pengelolaan anggaran yang transparan, serta dukungan dan partisipasi masyarakat.
Pengembangan pariwisata dan industri rumah tangga, misalnya, perlu didukung pemetaan potensi lokal, pendampingan pelaku usaha, akses pemasaran, serta pengelolaan yang berkelanjutan. Sementara itu, peningkatan PADes harus bertumpu pada sumber pendapatan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, digitalisasi pelayanan desa juga perlu disertai kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan akses yang memadai agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Dengan moto “Teluk Sasah Bermarwah”, Anaszri menempatkan kemandirian desa dan kesejahteraan warga sebagai arah pembangunan yang ditawarkan. Masyarakat nantinya dapat menilai sejauh mana program tersebut menjawab kebutuhan nyata desa dan memiliki langkah pelaksanaan yang jelas.
Visi dan misi yang disampaikan menjadi gambaran awal arah pembangunan yang ditawarkan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, kegiatan, dan hasil nyata bagi masyarakat Teluk Sasah.
