Jembatan Sei Lepan Rusak, Warga Bangun Secara Swadaya: Kapan Pemerintah Turun Tangan?
BINTAN,Jaringanbintanginfo.com— Kondisi Jembatan Sei Lepan di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, kian memprihatinkan Kamis (22/10/2026). Demi mempertahankan akses penghubung antarwilayah, masyarakat terpaksa bergotong royong memperbaiki dan membangun jembatan secara bertahap menggunakan dana swadaya.
Jembatan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Kampung Lepan dengan Desa Busung. Jalur ini juga dimanfaatkan masyarakat dari wilayah sekitar, termasuk Sungai Jeram, untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi hingga akses pendidikan dan pelayanan publik.
Sebelumnya, pembangunan jembatan telah dilakukan melalui anggaran pemerintah desa dengan konstruksi kayu dan papan. Namun, material tersebut memiliki keterbatasan daya tahan. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, jembatan kembali mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi itu mendorong masyarakat mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Di tengah keterbatasan dana, warga berupaya menjaga agar akses tersebut tetap dapat dimanfaatkan, sembari menunggu pembangunan jembatan yang lebih layak dan permanen.
Tokoh masyarakat Kampung Lepan, Aidil Fitri, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Sei Lepan telah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Namun, hingga kini, pembangunan permanen yang diharapkan masyarakat belum terealisasi.
“Jembatan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat, bukan hanya warga Kampung Lepan, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sementara kebutuhan terhadap akses yang aman dan layak terus meningkat,” ujar Aidil.
Menurutnya, masyarakat akhirnya memilih bergotong royong karena jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga.
“Kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ini melalui Musrenbang. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan permanen. Karena akses ini sangat dibutuhkan, masyarakat berinisiatif membangunnya secara bertahap dengan dana swadaya,” katanya.
Aidil berharap Pemerintah Kabupaten Bintan bersama instansi terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jembatan Sei Lepan. Menurutnya, pembangunan permanen diperlukan agar masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan Jembatan Sei Lepan. Masyarakat siap mendukung dan berpartisipasi. Yang kami harapkan adalah jembatan yang aman, layak, dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Persoalan ini menjadi perhatian karena jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkampung, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi dan akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, serta fasilitas publik lainnya.
Semangat gotong royong warga patut diapresiasi, tetapi kebutuhan infrastruktur dasar tidak semestinya terus bergantung pada kemampuan swadaya masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bintan dan instansi teknis terkait diharapkan meninjau langsung kondisi jembatan, mengevaluasi kebutuhan pembangunan, serta memberikan kejelasan mengenai rencana dan prioritas penanganannya.
Masyarakat Kampung Lepan kini menanti tindak lanjut nyata agar Jembatan Sei Lepan tidak sekadar menjadi usulan yang berulang kali disampaikan dalam forum perencanaan, tetapi benar-benar mendapat solusi pembangunan yang layak dan berkelanjutan.
