
Jaringanbintanginfo.com
Palembayan–Pasca bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pemerintah nagari mulai mengambil langkah konkret dalam penanganan warga terdampak. Salah satu upaya yang kini memasuki tahap lanjutan adalah pengadaan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Huntara merupakan tempat tinggal sementara yang disiapkan untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana, sebelum nantinya direlokasi atau dibangunkan hunian permanen.
Keberadaan Huntara dinilai sangat penting agar warga tidak terlalu lama menetap di posko pengungsian yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, membenarkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penyediaan lahan untuk pembangunan Huntara bagi warga korban banjir bandang tersebut. Hal itu disampaikannya kepada awak media
Insyaallah, rencananya di Kampuang Jambak, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, akan didirikan Hunian Sementara atau Huntara sebanyak 84 unit rumah ujar Rijal Islami.

Menurutnya, lokasi yang dipilih telah melalui pertimbangan dari berbagai aspek, mulai dari keamanan wilayah, ketersediaan lahan, hingga kemudahan akses bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah nagari juga berupaya memastikan Huntara tersebut layak huni dan memenuhi kebutuhan dasar warga.
Lebih lanjut, Rijal Islami menjelaskan bahwa fasilitas pendukung juga telah direncanakan secara matang. Untuk kebutuhan penerangan, listrik akan disediakan agar warga dapat beraktivitas dengan normal, terutama pada malam hari.
Untuk fasilitas dasar lainnya seperti kebersihan, mandi, minum, dan memasak, akan disiapkan sumber air dari sumur mata air yang dilengkapi dengan sistem pompa sanio,” jelasnya.
Ia berharap, dengan tersedianya Huntara ini, masyarakat korban banjir bandang dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman, sehingga tidak harus berlama-lama tinggal di posko pengungsian.
Mudah-mudahan dengan upaya ini, masyarakat kami bisa segera menempati lokasi baru tersebut. Karena tentu tidak memungkinkan bagi mereka untuk terus tinggal di posko pengungsian dalam jangka waktu lama, ungkap Rijal Islami.
Di akhir keterangannya, Rijal Islami menegaskan komitmen pemerintah nagari untuk terus hadir dan berbuat maksimal dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Apapun kondisinya, kami atas nama Pemerintah Nagari Salareh Aia akan terus berupaya semaksimal mungkin demi masyarakat yang kami cintai,” tuturnya menutup pembicaraan.
Editor: Redaksi
Reporter:Ihsanul Fuadi


