
Batam – Sebuah video yang memperlihatkan cekcok antara seorang pria dengan petugas rumah sakit viral di media sosial Facebook, Senin (18/5/2026). Video yang disebut diunggah akun Facebook@Raden Heri pada 15 Mei 2026 itu memicu perhatian publik setelah memperlihatkan protes keluarga pasien terkait pelayanan ambulans rujukan dalam kondisi darurat.
Dalam rekaman video yang beredar, pria yang diduga merupakan keluarga pasien terlihat meluapkan kekecewaannya karena pasien yang awalnya diterima di rumah sakit Harapan Bunda disebut harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, namun ambulans untuk proses pemindahan pasien tidak tersedia.
BACA JUGA PT Logam Internasional Jaya Kembali Bungkam, Media Jaringanbintanginfo.com Layangkan Klarifikasi Kedua
“Pagi-pagi kita ada musibah dibawa ke rumah sakit ini,” ujar pria tersebut dalam video yang beredar di media sosial.
Ia juga mempertanyakan alasan rumah sakit menerima pasien apabila pada akhirnya dinilai tidak mampu menangani kondisi pasien tersebut.
“Ini nggak logika lo, kalian terima di sini kemudian kalian tak sanggup lalu dirujuk, kita yang menyediakan kendaraan kan nggak logika,” ucapnya dengan nada tinggi.
Selain itu, pria tersebut turut menyoroti tidak tersedianya ambulans di rumah sakit yang dinilai memiliki fasilitas besar.
“Rumah sakit sebesar ini masak nggak ada ambulans, puskesmas aja ada ambulans, masak rumah sakit sebesar ini nggak ada ambulansnya,” katanya.
Dalam video yang sama, tampak pula adu mulut antara pria tersebut dengan perawat serta petugas keamanan (security) rumah sakit.
Menanggapi viralnya video tersebut, Ruslan Sinaga menyampaikan bahwa persoalan seperti ini perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait pelayanan kesehatan dan kesiapan ambulans rumah sakit.
“Saya sebelumnya sudah melihat video itu. Sebaiknya disampaikan kepada keluarga pasien apakah ambulans sedang kosong atau bagaimana. Kalau dibilang ambulans nggak ada kan nggak mungkin juga,” ujar Ruslan Sinaga kepada awak media.
Ia mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terkait kejadian tersebut, termasuk bagaimana sistem pelayanan ambulans di rumah sakit.
“Namun terkait hal ini kami akan memanggil nanti Dinkes Kota Batam, dan kita pertanyakan bagaimana bentuk tanggapan Dinkes terkait adanya keributan di rumah sakit dengan alasan ambulans kosong,” katanya.
Ruslan juga menyebut dalam waktu dekat pihaknya dijadwalkan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Kota Batam.
“Kebetulan dalam minggu ini sepertinya ada RDP dengan Dinas Kesehatan. Saya akan tanyakan nanti, walaupun kami di komisi membahas soal pendapatan,” tambahnya.
Meski persoalan rumah sakit berada dalam lingkup Komisi IV, Ruslan menegaskan fungsi pengawasan tetap menjadi perhatian pihaknya.
“Untuk rumah sakit ini sebenarnya di Komisi IV, namun sebagai fungsi pengawasan kita tetap akan pertanyakan,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait video viral tersebut. Awak media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak rumah sakit maupun instansi terkait guna pemberitaan yang berimbang.(Red)
Editor: Redaksi


