
Bintan,media jaringanbintanginfo.com – Pelabuhan nelayan di Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, dilaporkan ambruk dan mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari fasilitas tersebut.Sabtu 28 Maret 2026
Ketua RT 01 RW 02, Bahir, menjelaskan bahwa pelabuhan tersebut dibangun sekitar empat tahun lalu. Namun, seiring waktu, kondisi pelabuhan mulai mengalami kerusakan hingga akhirnya ambruk pada 11 Maret 2026.
“Pelantar ini sudah mengalami kerusakan sejak lama. Kami sudah beberapa kali mengajukan perbaikan melalui musrenbang desa maupun kecamatan, tetapi belum ada realisasi hingga saat ini. Sekarang kondisinya sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi,” ujar Bahir.
BACA JUGA Mobil Dinas Penyidik Lingkungan Hidup Datangi PT Logam Internasional Jaya, Tim Enggan Beri Keterangan ke Media
Pelabuhan tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama bagi nelayan setempat untuk bersandar, bongkar muatan hasil tangkapan, serta menunjang kegiatan ekonomi warga. Akibat kerusakan ini, aktivitas nelayan menjadi terganggu dan berisiko terhadap keselamatan.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun anggota DPRD Bintan untuk segera memperbaiki pelabuhan tersebut.“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah dan juga anggota dewan. Pelantar ini sangat penting bagi kami. Sudah sering diajukan perbaikan, tapi belum ada tindak lanjut,” tambah Bahir.
Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairi, juga membenarkan kondisi pelabuhan yang ambruk tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak desa telah menyampaikan permasalahan ini kepada pemerintah kecamatan.
“Masalah pelabuhan ini sudah kami laporkan ke pihak Kecamatan Seri Kuala Lobam. Saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari kecamatan,” jelas Suhairi.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mengingat pelabuhan nelayan merupakan infrastruktur vital bagi kehidupan dan perekonomian warga pesisir. Hingga kini, warga masih menantikan kepedulian dan solusi nyata agar aktivitas nelayan dapat kembali berjalan normal.(Red)
Reporter: HARIADI
Editor:Redaksi
Penulis: Hariadi


