
Kabupaten Agam — Upaya pemerataan akses telekomunikasi di wilayah Kabupaten Agam terus diperkuat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meresmikan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Jorong Nyiur Nagari Malalak Selatan dan Jorong Salimpaung Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu (10/5/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, perwakilan Telkomsel Manager NOP Bukittinggi Surya Firdaus, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, anggota DPRD Agam Novi Irwan, kepala OPD, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
BACA JUGA Praktisi Hukum Edwar Kamaleng Desak Penahanan Dju Seng: “Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”
Pembangunan BTS ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi dan konektivitas masyarakat di Kecamatan Malalak, khususnya di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal komunikasi dan akses internet.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Agam, terutama setelah wilayah tersebut terdampak bencana beberapa waktu lalu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Agam,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat, khususnya di Malalak Selatan dan Malalak Utara.
Pemerintah Kabupaten Agam juga berharap pembangunan BTS dapat terus dilanjutkan hingga menjangkau wilayah Malalak Barat.
Sementara itu, Andre Rosiade berharap keberadaan BTS baru tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam mendukung komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan BTS ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat,” katanya saat peresmian.
Dengan hadirnya BTS baru di Kecamatan Malalak, diharapkan pemerataan akses digital dapat semakin meningkat serta mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis konektivitas dan teknologi informasi.(Red)
Editor:Redaksi


