
BATAM – Tragedi tenggelamnya dua anak di kolam dekat kawasan Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, memicu perhatian serius dari pengembang PT Rexvin selaku pengembang Oleana Park.
Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap keluarga korban, perwakilan manajemen pengembang, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus mendatangi rumah duka, Jumat (15/5/2026).
BACA JUGA Aliansi Masyarakat Binta Utara Datangi Kantor Bupati; Dugaan Limbah B3 Pertamina mencuat
Dalam keterangannya, Reevan menegaskan bahwa lokasi kolam tempat terjadinya musibah tidak berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait agar kolam yang dinilai membahayakan warga tersebut segera ditimbun.
“Lokasi kolam tersebut memang bukan berada dalam kawasan PL kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan membantu berkoordinasi dengan pihak terkait dan memfasilitasi pemilik lahan agar kolam tersebut segera ditimbun,” ujar Reevan.
Ia menegaskan, langkah penimbunan dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lain, mengingat lokasi kolam dinilai sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak di sekitar kawasan perumahan.
“Terkait kolam tersebut akan segera kami koordinasikan dan dalam waktu dekat dilakukan penimbunan,” tambahnya.
Tak hanya meninjau lokasi, pihak pengembang juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk belasungkawa atas musibah yang menyita perhatian masyarakat tersebut.
“Kami turut merasakan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga perumahan kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Reevan.Sementara itu, Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, meminta seluruh pihak bergerak cepat menutup kolam maut tersebut agar tidak kembali memakan korban jiwa.
“Kami berharap kolam itu segera ditimbun karena sangat membahayakan warga, khususnya anak-anak. Kami juga mengapresiasi kepedulian pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa,” kata Andika.
Sebelumnya, insiden tenggelamnya dua anak di lokasi tersebut menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Warga menilai keberadaan kolam tanpa pengamanan memadai berpotensi mengancam keselamatan lingkungan sekitar.(Red)
Editor: Redaksi


