
Batam, Media Jaringanbintanginfo.com – Permasalahan banjir dan kemacetan kembali menghantui kawasan Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Kondisi drainase yang tersumbat serta penggunaan bahu jalan secara tidak semestinya diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke badan jalan saat hujan turun.Kamis 2 April 2026
Tokoh pendidikan sekaligus masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, menilai kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan, terlebih karena berada di kawasan lingkungan sekolah. Ia menyebut, saat hujan turun, air dari drainase yang tidak berfungsi dengan baik meluap hingga menggenangi Jalan S. Parman, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pelajar.
BACA JUGA Publik Desak Klarifikasi, Anggota DPRD Batam SC Di Duga Pemalsuan dan Dana Banpol
“Ketika hujan turun, air meluap ke jalan karena drainase tidak berjalan optimal. Ini sangat mengganggu, khususnya bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang melintas setiap hari,” ujar Asian,
.Ia menjelaskan, titik terparah berada di sekitar SD Negeri 08 dan SMP Negeri 40 Batam. Menurutnya, kondisi tersebut sudah mendesak untuk segera ditangani karena berpotensi membahayakan keselamatan para pelajar.
“Di depan sekolah itu kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Genangan air di jalan dapat membahayakan anak-anak yang sedang beraktivitas,” jelasnya.
Selain persoalan drainase, Asian juga menyoroti penggunaan bahu jalan oleh pedagang serta parkir kendaraan yang tidak tertib di sekitar kawasan sekolah. Hal ini menyebabkan penyempitan jalan dan memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk.
Ia menegaskan perlunya penataan kawasan secara menyeluruh agar fungsi jalan dan drainase dapat kembali normal. Pemerintah Kota Batam diminta segera melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan S. Parman guna memastikan aliran air kembali lancar.
“Perlu ada tindakan tegas. Drainase harus dinormalisasi, dan penggunaan bahu jalan yang tidak sesuai aturan harus ditertibkan,” tegasnya.
Asian juga mendorong aparat terkait untuk menegakkan Peraturan Daerah Kota Batam terhadap pihak-pihak yang menutup saluran air atau menggunakan fasilitas umum secara tidak semestinya.
Meski demikian, ia mengaku memahami kondisi para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari berjualan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang bijak dengan menata lokasi berjualan tanpa mengganggu fasilitas umum.
“Pedagang tetap harus difasilitasi, tetapi penataan perlu dilakukan agar tidak merugikan kepentingan umum, khususnya di kawasan pendidikan,” tambahnya.Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas umum, termasuk tidak menutup drainase dan tidak menggunakan bahu jalan secara sembarangan.
Asian berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, persoalan banjir dan kemacetan di kawasan Sei Beduk dapat segera teratasi sehingga lingkungan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua.“Kalau semua pihak bekerja sama, penataan kota bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(Tim)
Sumber: Asian Sinaga
Reporter: Tim
Editor: Redaksi


