
Batam – Dugaan tindakan anarkis terjadi saat proses penarikan kendaraan oleh oknum debt collector dari pihak leasing terhadap seorang nasabah yang disebut merupakan driver online dan tergabung dalam organisasi Komando (Komunitas Andalan Driver Online), Minggu (17/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari salah satu warga Batu Aji yang enggan disebutkan namanya, proses penarikan mobil tersebut diduga berlangsung dengan unsur pemaksaan.
BACA JUGA Rokok Ilegal Merajalela, Hukum Tajam ke UMKM Second, Tumpul ke Perdagangan Besar?
Sumber menyebutkan, saat kendaraan hendak ditarik, sempat terjadi dorong-dorongan antara nasabah dengan pihak debt collector. Namun situasi diduga memanas setelah itu diduga rekan debt collector lainnya disebut melakukan tindakan anarkis hingga terjadi pemukulan terhadap nasabah tersebut.
Akibat insiden itu, puluhan orang yang diduga merupakan driver online mendatangi Polsek Batu Aji untuk membuat laporan polisi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media, laporan yang dibuat bukan terkait penarikan kendaraan, melainkan dugaan tindak pemukulan yang terjadi saat insiden berlangsung.
“Hingga saat ini laporan yang kami dengar sudah diterima oleh Polsek sambil menunggu hasil visum. Hanya itu saja informasi yang kami dapat,” ujar sumber kepada awak media.
Sementara itu Dikutip Informasi Dari Media RBnnews.co.id , Wakapolsek Batu Aji, Iptu Andy Pakpahan saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
“MLM ABG. Ya Bg, mereka melapor,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Saat ditanya terkait dugaan pemukulan, ia juga membenarkannya.
“Y Bg,” jawabnya singkat.
Namun, ketika ditanya apakah terduga pelaku pemukulan sudah diamankan atau belum, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan lebih lanjut.
Hingga kini, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak debt collector maupun pihak leasing terkait dugaan insiden tersebut Dan Juga Pihak kepolisian guna memperoleh keterangan berimbang, Bersambung……
Editor: Redaksi


