
AGAM — Bupati Agam, Benni Warlis menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri kepala daerah se-Sumatera Barat serta berbagai lembaga terkait, sebagai bentuk penguatan koordinasi dalam menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi daerah.
BACA JUGA Praktisi Hukum Edwar Kamaleng Desak Penahanan Dju Seng: “Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”
Dalam arahannya, Mahyeldi menyoroti pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Juni hingga Juli 2026.
Menurutnya, terdapat dua persoalan utama yang harus diantisipasi sejak dini, yakni ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi terganggunya produksi pertanian akibat menurunnya ketersediaan air.
Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera memetakan wilayah rawan terdampak El Nino serta memperkuat langkah antisipasi melalui program pompanisasi, percepatan masa tanam, penyediaan bibit unggul hingga dukungan sarana pertanian lainnya.
“Kalau diperkirakan Juni mulai terasa, berarti bulan Mei ini penanaman harus sudah dilakukan sehingga produksi tetap berjalan,” ujar Mahyeldi dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, kehadiran Benni Warlis dalam HLM TPID Sumbar 2026 menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Bank Indonesia guna menjaga ketahanan pangan serta menekan potensi inflasi di tengah ancaman musim kering tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Agam juga menegaskan kesiapan untuk mendukung langkah strategis pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pertanian, stabilitas distribusi pangan, serta koordinasi lintas sektor demi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.(Red)
Editor: Redaksi
Reporter Tim


