
Bekasi,Media Jaringanbintanginfo.com, 3 April 2026 — Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi dalam menangani insiden kebakaran di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari aktivis Aliansi Bocah Bekasi, Ahmad Khalid.
Ahmad menilai kesigapan petugas Damkar menjadi faktor krusial dalam mencegah kobaran api meluas ke kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
BACA JUGA Saat Dikonfirmasi, UPT Parkir Lempar ke Kadis, Kadishub Batam Belum berikan Jawaban
“Kami mengapresiasi gerak cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi. Ini bukti kerja nyata di lapangan, sehingga api tidak menjalar semakin luas dan dampaknya bisa diminimalisir,” ujar Ahmad dalam keterangannya kepada media.
Ia menegaskan bahwa apabila penanganan dilakukan lebih lambat, potensi kerugian dan dampak terhadap masyarakat bisa jauh lebih besar, mengingat lokasi kebakaran berada di area yang dekat dengan permukiman padat penduduk.
Meski memberikan apresiasi, Ahmad juga menyampaikan catatan penting kepada Pemerintah Kota Bekasi. Ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan gudang, tempat penyimpanan, maupun fasilitas yang menyimpan bahan mudah terbakar di dekat lingkungan warga.
“Perlu adanya kaji ulang terkait penyimpanan atau gudang bahan yang mudah terbakar, apalagi jika lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk. Ini sangat berisiko,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak agar Pemkot Bekasi segera melakukan peninjauan kembali terhadap tata ruang kota. Menurutnya, penataan kawasan industri, pergudangan, dan fasilitas berisiko tinggi harus memperhatikan aspek keselamatan serta jarak aman dari hunian warga.
“Pemkot Bekasi harus melihat kembali tata ruang kota secara menyeluruh. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang karena lemahnya pengawasan dan perencanaan,” tambahnya.
Ahmad juga berharap peristiwa kebakaran ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih serius dalam mengantisipasi potensi bencana di kawasan perkotaan.“Peristiwa ini jangan sampai terulang kembali. Harus ada langkah konkret ke depan, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun penataan wilayah,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa selain kesiapan petugas di lapangan, perencanaan tata ruang yang matang serta pengawasan terhadap penyimpanan bahan berbahaya merupakan kunci utama dalam melindungi keselamatan masyarakat.(Septian)
Editor:Redaksi
Penulis: Septian


