
Batam — Aksi damai warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, di depan Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (22/1/2026), berlangsung tertib dan kondusif.
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang hingga kini belum mendapatkan solusi nyata.Dalam aksi tersebut, para orator secara bergantian menyampaikan tuntutan dan meminta anggota DPRD Kota Batam untuk menemui langsung massa aksi guna mendengarkan aspirasi warga.
Dari total 50 anggota DPRD Kota Batam, hanya Ruslan Sinaga yang hadir dan menemui massa aksi.Selanjutnya, Ruslan Sinaga mengajak perwakilan warga untuk melakukan diskusi publik.
Dalam forum tersebut, tuntutan warga dibahas dan kemudian ditandatangani sebagai bentuk komitmen untuk ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Batam.Sebagai bentuk simbolik atas penderitaan yang selama ini dialami masyarakat akibat sulitnya akses air bersih, warga melakukan penyegelan sementara aliran air di lingkungan DPRD Kota Batam.
Aksi ini dimaksudkan agar para wakil rakyat dapat merasakan langsung kondisi yang dialami warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah selama bertahun-tahun.Koordinator aksi menyampaikan bahwa langkah tersebut bukan bentuk anarkisme, melainkan pesan moral dan peringatan keras agar persoalan air bersih tidak lagi diabaikan.“Aksi ini murni suara rakyat.
Kami ingin DPRD dan pemerintah benar-benar hadir dan menyelesaikan persoalan air bersih yang menjadi hak dasar warga,” tegas salah satu perwakilan massa aksi.Aksi damai ditutup dengan tertib, dan warga berharap hasil diskusi serta tuntutan yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata dan berpihak kepada masyarakat.(red)
Editor:Redaksi
Reporter:Dn
Baca Juga Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih

