
Batam, jaringanbintanginfo.com – Masalah air bersih kembali mencuat di Kota Batam. Warga Kecamatan Batu Ampar, khususnya Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, mengeluhkan distribusi air yang tak kunjung normal selama berbulan-bulan.Kondisi ini memicu kemarahan warga hingga berujung pada rencana aksi protes terbuka.selasa 20 Januari 2025.
Senin (19/1/2025), warga bersama Ormas Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan LSM-TKP menggelar rapat di Tanjung Sengkuang.
Dalam pertemuan itu, warga menegaskan bahwa berbagai upaya telah ditempuh, mulai dari Rapat Dengar Pendapat (RDP), mengikuti sosialisasi Pemerintah Kota Batam, hingga menerima kunjungan pihak pengelola air, namun hasilnya nihil.
“Kalau harus menunggu sampai bulan enam baru dikerjakan, kami sudah tidak sanggup. Air ini kebutuhan pokok, bukan kemewahan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mempertanyakan alasan klasik yang selalu disampaikan pengelola air terkait perbaikan jaringan. Mereka menilai alasan tersebut tidak masuk akal, terutama saat melihat pasokan air ke kawasan industri tetap lancar.
“Kami heran, kenapa air ke perusahaan tetap jalan. Katanya pakai jalur sendiri, jalurnya dari mana? Bukankah tetap dari Duriangkang?” tegas warga.
Ketua LSM TKP DPD Kota Batam, Haris, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pengelola air dan pemerintah daerah. Menurutnya, keluhan sudah disampaikan secara baik saat pihak ABH, BP Batam, dan Pemko Batam turun langsung ke lapangan.
“Kami sudah sampaikan semua keluhan secara terbuka dan santun. Tapi kenyataannya, seolah-olah tidak didengarkan. DPRD juga sudah kami beri tahu, tapi tidak ada solusi konkret,” ujar Haris.
Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah aksi terbuka sebagai bentuk perlawanan warga atas krisis air yang berkepanjangan.
“Tidak ada pilihan lain. Kami akan protes ke Pemko, DPRD, BP Batam, dan langsung ke ABH. Ini bukan masalah sepele, ini soal hak dasar masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, perwakilan KKSS, Syamsuddin, menyatakan bahwa puncak aksi akan dilakukan dengan melapor ke Polresta Barelang. Ia menduga pengelola air tidak lagi mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami akan laporkan secara resmi. Kami menduga ada pelanggaran aturan dalam pengelolaan air bersih. Biarkan aparat yang memproses. Kesabaran warga sudah habis,” ujarnya.
Warga Tanjung Sengkuang menegaskan akan terus bersuara hingga air kembali mengalir normal.
“Kami tidak akan diam. Air harus hidup di Sengkuang. Keadilan harus kami dapatkan,” tutup salah seorang warga.
Editor: Redaksi
Reporter: Don

