
Agam – tiga unit gerobak bertuliskan “Polri Untuk Masyarakat” yang diduga merupakan bantuan dari Polda Riau untuk korban bencana alam di Kabupaten Agam, ditemukan awak media berada di sebuah toko milik warga berinisial E. Minggu 1 Februari 2026
Temuan ini memunculkan tanda tanya serius terkait transparansi dan mekanisme penyaluran bantuan pascabencana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gerobak tersebut diduga diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Nagari Salareh Aia,Namun fakta di lapangan menunjukkan gerobak justru berada di luar lokasi penerima manfaat, yakni di salah satu toko warga.
Awak media kemudian menelusuri keterangan dari sejumlah warga sekitar. Salah seorang warga mengakui bahwa gerobak tersebut memang diduga merupakan bantuan, namun tidak mengetahui secara pasti asal-usul maupun peruntukannya.
“Iya, sepertinya itu gerobak bantuan, tapi kami juga tidak tahu jelas dari mana dan untuk siapa,” ujar warga tersebut.
Guna memperoleh kejelasan, awak media meminta klarifikasi kepada Wali Nagari Salareh Aia dan Camat Palembayan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan oleh Wali Nagari.
Sementara itu, Camat Palembayan saat dikonfirmasi hanya menyarankan agar dilakukan koordinasi lanjutan.Coba koordinasi dengan Polsek dan juga Wali Nagari,” ujarnya singkat.
Awak media juga meminta keterangan langsung dari pemilik toko tempat gerobak tersebut berada. Pihak toko membenarkan keberadaan gerobak tersebut dan menyebutkan bahwa gerobak itu dititipkan oleh keluarganya yang terdampak bencana.
Iya, gerobak itu memang ada di toko saya. Itu milik keluarga saya yang rumahnya terdampak bencana dan sekarang tidak tinggal di sana lagi, jadi dititipkan di toko saya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari 8 anggota keluarga terdampak, hanya 6 orang yang tercatat menerima bantuan gerobak.Temuan ini menambah daftar persoalan penyaluran bantuan pascabencana di Kecamatan Palembayan, khususnya di Nagari Salareh Aia, yang sebelumnya telah disorot JaringanBintangInfo.com.
Dalam sejumlah rilisan terdahulu, media menyoroti minimnya keterbukaan informasi terkait asal bantuan, data penerima manfaat, serta lemahnya pengawasan distribusi di tingkat lapangan.
Kondisi ini mengindikasikan adanya pola berulang: ketidakjelasan informasi publik dan absennya penjelasan resmi dari pihak berwenang, yang berpotensi menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, temuan gerobak bertuliskan “Polri Untuk Masyarakat” yang diduga berada di luar peruntukan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong akuntabilitas, transparansi, dan kejelasan penyaluran bantuan bencana.
Awak media menegaskan akan terus mendalami kasus ini, termasuk menelusuri asal bantuan, mekanisme distribusi, data penerima manfaat, serta pihak yang bertanggung jawab dalam penyaluran bantuan tersebut, sembari menunggu klarifikasi resmi dari instansi terkait.Rilisan ini disampaikan sebagai publikasi awal atas dugaan adanya bantuan yang belum jelas peruntukannya.
Editor:Redaksi
Penulis:Redaksi Nasional
Fhoto: dari warga

