
Agam – Pernyataan Wali Nagari Salareh Aia dengan keterangan sejumlah warga dinilai bertolak belakang dalam beberapa persoalan penanganan pasca bencana Galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kondisi ini pun kini menjadi sorotan publik, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, sejumlah warga mengungkapkan bahwa pada masa pasca bencana, tepatnya 15 Januari 2026, alat berat yang berada di lokasi terdampak tidak beroperasi. Warga menyebutkan, penyebab utama tidak beroperasinya alat berat tersebut dikarenakan tidak tersedianya bahan bakar minyak (BBM) serta tidak adanya instruksi dari Wali Nagari Salareh Aia Timur.
Baca Juga
Saat itu, awak media hanya dapat menemui Wali Nagari Salareh Aia Timur di lokasi kejadian. Namun, informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan adanya perbedaan keterangan terkait distribusi BBM untuk operasional alat berat.
Pada 16 Januari 2026, awak media kembali mendalami informasi tersebut melalui seorang tokoh masyarakat.
Tokoh masyarakat tersebut kemudian melakukan konfirmasi langsung ke pihak Pekerjaan Umum (PU). Dari hasil konfirmasi, pihak PU menyatakan bahwa BBM untuk alat berat telah dikirimkan sejak tiga hari sebelumnya. PU juga menyampaikan akan kembali menanyakan kepada petugas lapangan berinisial (W) terkait penggunaan BBM tersebut.
Tak berhenti di situ, awak media kembali melakukan konfirmasi kepada Wali Nagari Salareh Aia Pusat berinisial (I) melalui pesan WhatsApp pada 16 Januari 2026. Dalam keterangannya, Wali Nagari Salareh Aia Pusat menyatakan bahwa BBM baru sampai pada tanggal 16 Januari 2026.
Sementara itu, pada pagi hari Sabtu (17/1/2026), awak media kembali memperoleh informasi dari masyarakat bahwa terdapat alat berat yang sudah beroperasi, namun masih memungut iuran atau sumbangan dari warga setempat.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait transparansi dan koordinasi dalam penanganan pasca bencana Galodo di Nagari Salareh Aia.
Warga berharap adanya kejelasan informasi serta keterbukaan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan beban tambahan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Wali Nagari Salareh Aia Timur, Wali Nagari Salareh Aia Pusat, serta instansi teknis terkait, guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang atas perbedaan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Editor:Redaksi
Reporter:HR

