
Batam, jaringanbintanginfo.com, 7 Januari 2026-Warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, kembali mengeluhkan gangguan distribusi air bersih yang sudah berlangsung sejak lama. Rabu (7/1 2026), ketegangan sempat terjadi ketika mobil angkutan air ABH yang menyalurkan air ke RW 1 ditahan sementara oleh warga, karena beberapa rumah tidak mendapatkan jatah air.

Salah seorang warga menegaskan, masalah ini bukan hal baru. “Ini sudah sering kami laporkan ke kelurahan, tapi belum ada solusi permanen,” ungkapnya.
Sekretaris Lurah Tanjung Sengkuang membenarkan keluhan warga. Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah berkali-kali menindaklanjuti laporan warga ke ABH. “Langkah konkret yang akan kita lakukan adalah follow up bersama BP dan ABH. Dukungan warga sangat penting supaya masalah air bersih cepat terselesaikan,” katanya.
Tak lama kemudian, pihak BP dan ABH hadir ke lokasi, sehingga pengisian air bisa dilanjutkan. Salah seorang perwakilan BP menambahkan, “Besok pukul 09.00 kita akan melakukan cek lapangan bersama ABH, untuk memastikan tidak ada penyumbatan atau kendala teknis lain.”
Warga menyoroti kerugian yang mereka alami akibat gangguan air. Beberapa warga terpaksa membeli galon sendiri, sementara tagihan air melonjak. “Apakah ada kompensasi untuk masyarakat? Kebutuhan air bersih adalah hak dasar yang dijamin negara,” ujar salah seorang warga.
Secara hukum, penyediaan air bersih menjadi tanggung jawab pemerintah dan operator layanan publik. Regulasi yang mendukung hak warga antara lain:
UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air – menjamin akses air bersih sebagai hak dasar warga negara.
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah – menegaskan kewajiban pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik, termasuk air bersih.
Permen PUPR No. 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyediaan Air Minum – mengatur mekanisme penyediaan air dan kompensasi jika layanan terganggu.
Warga Tanjung Sengkuang menuntut solusi permanen, bukan sekadar suplai darurat. “Kami tidak ingin hanya disuplai air sementara. Masak mau mandi saja harus beli galon? Pemerintah harus bertindak dan memberikan kompensasi sesuai regulasi,” tegas warga lainnya.
Krisis air bersih ini mencerminkan masalah distribusi yang sistemik dan menuntut perhatian serius dari pemerintah kota, BP, dan ABH.
Warga menegaskan bahwa akses air bersih harus menjadi prioritas utama, sesuai amanat undang-undang, dan meminta agar pemerintah segera menindaklanjuti masalah ini agar tidak berlarut-larut.(red)
TanjungSengkuang #KrisisAirBatam #GangguanAir #ABH #BP #PelayananPublik #HakWarga
Editor: Redaksi
JReporter: HRS


Ini masalah serious kami di Rt 05 Rw 12 ngak pernah dapat ar tengki karna assessment ke tempat kami tak bisa masuk mobi . Biasanya kalau air hidup itupun di atas jam1 malam , jadi kami kususnya Rt05 Rw12 mintak solusi dari pemerintah , jangan biarkan RAKYAT MENUNGGU AIR SAMPAI TENGAH MALAM tolong tolong tolong ini udah 3 hari Air tak hidup kami ingin mandi untuk sholat .
TOLOLNG DENGARKAN JERITAN RAKYAT KECIL
TOLONG AIR HIDUPKAN JANGAN BIARKAN KAMI KEKERINGGAN , AIR AIR AIR AIR AIR
Siap